Tragedi Dini Hari di Raub: Lima Sekeluarga Tewas dalam Kebakaran, Tiga Korban Ditemukan Berdesakan di Kamar Mandi
RAUB, Pahang – Sebuah insiden kebakaran yang pilu melanda sebuah rumah di Kampung Pamah Kulat, Raub, Pahang, dini hari tadi, menewaskan seluruh anggota keluarga yang berjumlah lima orang. Tragedi memilukan ini menyita perhatian publik setelah tiga dari lima korban ditemukan tewas dalam kondisi berdesakan di dalam kamar mandi, sementara dua korban lainnya ditemukan di luar area rumah, diduga saat mereka berjuang menyelamatkan diri dari amukan si jago merah.
Peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari waktu setempat. Api dengan cepat melalap kediaman yang dihuni oleh keluarga Bapak Razali bin Ahmad, 40 tahun, dan istrinya, Puan Siti Aminah binti Kassim, 38 tahun, beserta tiga anak mereka: Amir, 12 tahun; Bunga, 8 tahun; dan si bungsu Cici, 5 tahun. Seluruh penghuni rumah dilaporkan tewas di tempat kejadian, meninggalkan duka mendalam bagi sanak keluarga dan tetangga.
Petugas dari Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) daerah Raub menerima laporan kebakaran pada pukul 03.15 dini hari. Dengan sigap, tiga unit mobil pemadam kebakaran beserta 15 personel dikerahkan menuju lokasi kejadian. Tim pemadam kebakaran tiba di Kampung Pamah Kulat sekitar pukul 03.30 dan segera memulai upaya pemadaman. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar satu jam kemudian, namun sayangnya, upaya penyelamatan nyawa korban tidak dapat dilakukan.
Menurut Kepala Balai Bomba dan Penyelamat Raub, Pegawai Bomba Kanan II Azman bin Daud, penemuan korban menjadi momen yang sangat menyedihkan. “Kami menemukan tiga jenazah, yang terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya, berdesakan di dalam kamar mandi. Dugaan kami, mereka mungkin berusaha mencari perlindungan dari kobaran api atau mencoba mencari jalan keluar alternatif melalui kamar mandi. Sementara itu, dua jenazah lainnya, yang diyakini adalah sang ayah dan seorang anak lagi, ditemukan di bagian depan dan tengah rumah, menunjukkan kemungkinan mereka berusaha melarikan diri,” jelas Azman dengan suara bergetar.
Kondisi rumah setelah kebakaran sangat parah. Hampir 80 persen bangunan hangus terbakar, meninggalkan puing-puing dan sisa-sisa material yang gosong. Kerusakan parah ini mempersulit upaya penyelidikan awal untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik sebagai pemicu utama amukan api yang begitu cepat dan mematikan.
Kepolisian Daerah Raub juga turut serta dalam penyelidikan. Kapolres Raub, Supt. Wan Zahari Wan Busu, menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, tidak ditemukan adanya indikasi unsur kesengajaan atau tindak pidana dalam insiden ini. “Penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran dan untuk memastikan semua aspek telah diperiksa secara menyeluruh. Jenazah para korban telah dibawa ke Rumah Sakit Tengku Ampuan Afzan (HTAA) di Kuantan untuk proses otopsi,” terang Supt. Wan Zahari.
Tragedi ini mengejutkan warga Kampung Pamah Kulat. Beberapa tetangga mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong dan melihat kobaran api yang membesar dengan cepat. “Saya terbangun karena suara bising dan bau asap yang menyengat. Ketika melihat ke luar, rumah Pak Razali sudah dilalap api. Kami tidak bisa berbuat banyak karena api terlalu besar dan sangat cepat menyebar,” tutur seorang tetangga yang enggan disebutkan namanya, dengan wajah penuh kesedihan. Keluarga Bapak Razali dikenal sebagai keluarga yang ramah dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama dengan melakukan pemeriksaan rutin instalasi listrik dan menyediakan alat pemadam api ringan di rumah. Insiden ini menjadi pengingat yang menyakitkan akan bahaya kebakaran yang bisa merenggut nyawa dalam sekejap mata.
