Become a member

Get the best offers and updates relating to Liberty Case News.

― Advertisement ―

spot_img

Antisipasi RAFI 2026: Telkomsel Perkuat Jaringan untuk Pengalaman Digital Optimal Termasuk Nonton Olahraga

Telkomsel, sebagai penyedia layanan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia, telah mengambil langkah-langkah proaktif dan komprehensif untuk mengantisipasi lonjakan trafik komunikasi dan data yang signifikan...
HomeUncategorizedModi Perkuat Dukungan ke Israel di Tengah Tuduhan Genosida di Palestina

Modi Perkuat Dukungan ke Israel di Tengah Tuduhan Genosida di Palestina

Dukungan Tegas Modi untuk Israel di Tengah Penderitaan Palestina: Dilema Diplomatik India

JAKARTA – Perdana Menteri India, Narendra Modi, baru-baru ini menyuarakan dukungannya yang teguh terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam sebuah kunjungan yang krusial. Pernyataan dukungan ini muncul di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk dan tuduhan genosida yang terus berlanjut di wilayah Palestina yang diduduki, khususnya di Jalur Gaza.

Kunjungan Modi ke Israel, yang detailnya masih menjadi sorotan tajam komunitas internasional, menandai sebuah pergeseran signifikan dalam kebijakan luar negeri India yang secara tradisional dikenal dengan sikap netralitasnya terhadap konflik Israel-Palestina. Dukungan eksplisit ini tidak hanya mempererat hubungan bilateral antara New Delhi dan Tel Aviv tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius mengenai posisi moral dan etika India di panggung global, terutama ketika dunia menyaksikan penderitaan tak berkesudahan di Gaza.

Laporan-laporan dari berbagai organisasi kemanusiaan dan penyelidik independen secara konsisten menyoroti skala kehancuran di Gaza, dengan ribuan warga sipil tewas, infrastruktur hancur, dan akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan obat-obatan terputus secara drastis. Istilah ‘genosida’ yang digunakan oleh banyak pihak untuk menggambarkan situasi di Palestina menunjukkan tingkat keparahan tindakan militer Israel yang berdampak pada populasi sipil. Dalam konteks inilah, dukungan tanpa syarat dari salah satu pemimpin negara terbesar di dunia seperti Modi menjadi sangat kontroversial dan memicu kecaman.

Pengamat politik berspekulasi bahwa dukungan Modi ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk kepentingan strategis dalam bidang pertahanan, teknologi, dan keamanan siber yang selama ini menjadi pilar utama kerja sama India-Israel. India, di bawah kepemimpinan Modi, telah secara aktif mencari mitra teknologi dan pertahanan untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya dan mendorong inovasi domestik. Perdana Menteri India secara konsisten menekankan pentingnya stabilitas regional, dan bagi Tel Aviv, dukungan dari negara sebesar India adalah validasi penting di tengah isolasi diplomatik yang meningkat.

Secara historis, India memiliki hubungan yang kompleks dengan isu Palestina. Sejak era Jawaharlal Nehru, India adalah pendukung vokal kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara. Namun, dalam dekade terakhir, terutama sejak Modi menjabat pada tahun 2014, ada pergeseran yang jelas menuju penguatan hubungan dengan Israel, seringkali dengan mengesampingkan retorika tradisional pro-Palestina. Pergeseran ini terlihat dari intensitas kunjungan tingkat tinggi dan penandatanganan berbagai perjanjian kerja sama yang menempatkan Israel sebagai mitra kunci India di Timur Tengah.

Bagi para kritikus, sikap Modi ini berisiko merusak citra India sebagai negara yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan keadilan internasional. Hal ini juga dapat memperumit posisi India di forum-forum multilateral seperti PBB, di mana isu Palestina sering menjadi agenda utama. Para aktivis hak asasi manusia dan komunitas pro-Palestina di seluruh dunia telah menyatakan kekecewaan mendalam atas apa yang mereka anggap sebagai pengabaian terhadap penderitaan rakyat Palestina demi keuntungan geopolitik.

Fokus pada kerja sama pertahanan juga menjadi salah satu ‘takeaway’ kunci dari kunjungan ini, yang dipercaya akan menghasilkan kesepakatan strategis di bidang militer dan teknologi pertahanan. Modi berambisi untuk menjadikan India sebagai kekuatan militer dan ekonomi global, dan kemitraan dengan Israel dilihat sebagai jalan pintas untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, bagi sebagian pihak, kerja sama ini dipertanyakan etisnya jika pihak yang didukung terlibat dalam apa yang oleh banyak pihak sebut sebagai pelanggaran berat hukum internasional dan kemanusiaan di wilayah pendudukan Palestina.

Dalam pertemuan bilateralnya, baik Modi maupun Netanyahu dilaporkan membahas berbagai isu, mulai dari keamanan regional hingga inovasi teknologi. Namun, di balik narasi resmi, bayangan konflik di Gaza dan tuduhan genosida yang menyertainya tetap menjadi latar belakang yang mengganggu. Dukungan dari New Delhi, yang oleh banyak pihak dipandang sebagai penegasan terhadap kebijakan Israel, berpotensi memberikan legitimasi politik bagi Netanyahu di tengah tekanan domestik dan internasional yang meningkat atas penanganannya terhadap krisis di Palestina.

Pernyataan dukungan dari Modi, meskipun memperkuat aliansi regional, secara bersamaan menyeret India ke dalam pusaran kontroversi global. Ini menyoroti dilema moral yang dihadapi negara-negara besar ketika menyeimbangkan kepentingan nasional dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan universal, terutama di tengah konflik yang memakan korban jiwa tak terhitung di wilayah pendudukan Palestina. Dunia kini menanti bagaimana India akan menavigasi kritik ini sambil terus memperdalam hubungannya dengan Israel.