PM India Modi Beri Dukungan Penuh kepada Netanyahu di Tengah Kontroversi Genosida di Palestina yang Diduduki
Kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Israel telah menggarisbawahi pergeseran signifikan dalam kebijakan luar negeri India, terutama terkait konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun. Di tengah meningkatnya seruan global untuk gencatan senjata dan investigasi atas dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina yang diduduki, Modi secara tegas menunjukkan dukungan kuatnya kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sikap ini telah memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, yang melihatnya sebagai pengabaian terhadap penderitaan warga Palestina dan tuduhan genosida yang terus bergema di tengah krisis kemanusiaan yang mendalam.
Perjalanan Modi ke Israel, meskipun detail spesifik mengenai waktu dan agendanya tidak selalu dipublikasikan secara transparan oleh media pemerintah India, berlangsung dalam periode yang sangat sensitif di Timur Tengah. Hubungan antara India dan Israel telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, beralih dari hubungan yang dingin menjadi kemitraan strategis yang kuat, terutama dalam bidang pertahanan, teknologi, dan pertanian. Kunjungan ini dilihat sebagai upaya untuk lebih mengonsolidasikan ikatan tersebut, yang seringkali dipandang sebagai bagian dari strategi India untuk memperkuat posisinya di kancah global dan memperoleh akses ke teknologi canggih, terutama di tengah pergeseran geopolitik yang lebih luas.
Secara historis, India dikenal sebagai salah satu pendukung kuat perjuangan Palestina, sejalan dengan prinsip Gerakan Non-Blok dan solidaritas dengan negara-negara berkembang. India telah lama menyuarakan dukungan untuk solusi dua negara dan hak-hak warga Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri. Namun, di bawah kepemimpinan PM Modi dan partai Bharatiya Janata Party (BJP) yang nasionalis, kebijakan luar negeri India telah mengalami pergeseran drastis. India kini lebih condong untuk menyeimbangkan hubungannya dengan Israel, bahkan terkadang dengan mengorbankan dukungan tradisionalnya terhadap Palestina. Dukungan Modi yang terang-terangan kepada Netanyahu di saat ketegangan mencapai puncaknya di wilayah tersebut menjadi bukti nyata dari pergeseran ini, menandai era baru dalam hubungan diplomatik India di kawasan.
Poin paling mencolok dan kontroversial dari kunjungan Modi adalah dukungannya yang tak tergoyahkan kepada Netanyahu, meskipun ada seruan internasional yang meluas untuk menghentikan kekerasan dan tuduhan bahwa Israel melakukan genosida di wilayah Palestina yang diduduki, khususnya di Jalur Gaza. Organisasi hak asasi manusia, berbagai negara anggota PBB, dan aktivis kemanusiaan telah menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai skala kehancuran dan jumlah korban jiwa sipil yang mencapai puluhan ribu, serta pembatasan akses bantuan kemanusiaan yang berujung pada krisis kelaparan. Penggunaan istilah “genosida” oleh beberapa pihak, termasuk dalam konteks sumber berita ini, menggarisbawahi tingkat keparahan situasi dan urgensi respons internasional yang mendesak.
Dukungan Modi yang jelas terhadap Israel berisiko merusak citra India di mata dunia, terutama di negara-negara mayoritas Muslim dan negara-negara di Global South yang secara tradisional bersimpati pada perjuangan Palestina. Meskipun India memiliki kepentingan strategis dengan Israel, banyak pengamat berpendapat bahwa mengabaikan isu-isu hak asasi manusia dan hukum internasional dalam konflik semacam ini dapat melemahkan klaim India sebagai kekuatan moral di panggung dunia. Hal ini juga dapat mempengaruhi hubungan diplomatik India dengan negara-negara Arab dan Iran, yang merupakan pemasok energi penting bagi India dan mitra dagang yang signifikan, yang berpotensi menciptakan ketegangan geopolitik baru.
Meskipun fokus utama kunjungan ini, seperti yang disorot oleh sumber, adalah dukungan politik Modi, kemungkinan besar pembicaraan juga mencakup berbagai bidang kerja sama bilateral yang telah lama terjalin. Ini termasuk peningkatan perdagangan bilateral, investasi dalam proyek-proyek teknologi inovatif, kerja sama di bidang keamanan dan intelijen untuk menghadapi ancaman regional, serta proyek-proyek bersama di sektor pertanian dan pengelolaan air, di mana Israel dikenal unggul. Israel telah lama menjadi pemasok utama peralatan pertahanan bagi India, dan kemitraan ini kemungkinan besar akan semakin diperkuat melalui kesepakatan-kesepakatan baru. Namun, semua kesepakatan dan diskusi ini kini dibayangi oleh konteks geopolitik yang sangat bermuatan emosi dan tuduhan serius terhadap Israel, sehingga menambah kompleksitas kunjungan tersebut.
Kunjungan Modi ke Israel, dengan penekanan pada dukungan kuatnya kepada Netanyahu, menandai babak baru dalam dinamika hubungan India-Israel-Palestina. Ini menunjukkan bahwa India di bawah Modi bersedia mengambil risiko diplomatik untuk memperkuat aliansi yang dianggap strategis, bahkan jika itu berarti mengabaikan tekanan internasional dan sejarah posisi India sendiri. Bagi Palestina, ini mungkin menjadi sinyal yang mengecewakan dari salah satu negara demokrasi terbesar di dunia yang dulunya adalah sekutu. Sementara itu, bagi Israel, dukungan dari kekuatan global seperti India memberikan legitimasi tambahan di tengah isolasi yang semakin meningkat. Perkembangan ini akan terus diamati dengan seksama oleh komunitas internasional, terutama bagaimana India akan menyeimbangkan kepentingannya dengan tuntutan moral dan kemanusiaan di masa depan, serta dampaknya terhadap perdamaian regional.
